README FIRST

Jangan heran apabila dalam blog ini ada ide di sebuah posting yang bertentangan dengan posting yang lain. Semua posting ini ditulis oleh orang yang sama yaitu saya. Tetapi posting yang ditulis tahun 2013 ke depan ditulis oleh saya yang sudah tercerahkan oleh berbagai pengalaman hidup. Dari diliput oleh koran luar negeri, kehilangan teman yang tewas tertembak dalam kerusuhan Ambon 2011, sampai melancong ke belahan lain dunia ini, semuanya itu membentuk sebuah pemikiran yang berbeda dari sebelumnya.

26 Maret 2009

Puisi De Santos (2)

Siapadakah?

siapakah pengukir langiT ?
siapa menyuruh jantUngku berdetak ?
siapa empunya Hari dan menit?
celaka aku, yAng menolong adakah?
adakah yaNg tahu jawabnya?
SIAPA?

Originally by De Santos, Oct 2008

"Siapadakah?" diambil dari dua kata, yaitu "siapa" dan "adakah". Huruf "a" yang ada di belakang kata "siapa" dan di depan kata "adakah" dileburkan menjadi satu. Memang kedengaran asing dan aneh, namun tentu saja pembuatan judul ini adalah hak mutlak dari sang pencipta puisi (saya).

Puisi ini merupakan contoh lain dari puisi konkret (setelah puisi "AKU JATUH"). Huruf-huruf kapital pada lima baris pertama, jika semuanya diurutkan dari atas ke bawah, akan membentuk kata TUHAN yang adalah jawaban dari kelima pertanyaan yang diajukan. Ditambah dengan kata SIAPA di baris keenam, kata yang dibentuk akan menjadi SIAPA TUHAN? atau TUHAN SIAPA? Memang tujuan dari puisi ini adalah agar para pembacanya merenungkan siapa sebenarnya Sang Pencipta Yang Maha Kuasa itu khususnya di zaman dimana orang sudah mulai melupakan Tuhan seperti sekarang ini.

8 komentar:

  1. =)
    bentukan yang saya baca justru demikian :

    (untuk menjawab pertanyaan)
    Siapa?

    (bacalah kembali puisi tsb dan akan anda dapatkan jawabannya)
    : T U H A N =)

    BalasHapus
  2. Simple...meaningful...reflective...

    gA nyangka Om Galak bs nulis puisi jg, hahaha...ga ikut ngramein mading TC?

    Eh, gue mau coba bales puisi lo pk puisi lg,boleh kn??

    "Dialah…

    Tumpuan harap, adil, dan kasihku
    Tak mUngkin luput mesti ku lari berlalu
    Nafas berHembus dari Dia yang satu
    Hidup semu kAla detik masih menanti akhir waktu
    Menuntunku meNcari Kebahagian

    Yang tak pernah tinggalkanku…"

    from - U know laaahhh - ^^,

    BalasHapus
  3. u-know laaah?
    kereeen!!!!!! ^^

    BalasHapus
  4. Thanks Liv...

    pdhl gue cm pngen sok2 balesin puisinya si Om Galak, itu jg gue bikin dlm wkt 15 mnit, soalnya si Om Galak udh minta2 dikomenin melulu, hehehe...

    Salam kenal ya...my true name's Mariska.. ^^,

    BalasHapus
  5. ahahahahaha...
    hasil berguru dari pak abed yaa,,dwi..!!
    uts kmaren mantaph nih.. =P

    BeTeWe..karna kegigihan dirimu akhir'y kuputuskan untuk membaca postingan2mu..hhohohoh0..
    dan..
    setelah kubaca postinganmu,,
    memang taq salah dirimu mjadi anak sosial..
    tetap ramaikan duniamu dengan goresan2 tinta ini yaa..^^ Gbu...

    BalasHapus
  6. siapa dan siapa...

    just one answer... GOD=Tuhan

    Tuhan yg memberi kehidupan sehingga jantungku bisa berdetak....

    ya.. hebat hebat....pak guru...buat muridmu di masa yg akan datang hehehe

    JLU

    BalasHapus
  7. just one word..
    keren!!
    ahahahaha.. =D

    BalasHapus
  8. (dipindahkan dari Facebook message oleh De Santos)

    Ada selarik berkata /siapa yang menyuruh jantung berdetak/ adalah luapan esensial tentang hidup. Pembaca akan sadar,manusia adalah benda yang diberi jiwa (nyawa ) oleh Tuhan. Jiwa adalah milik Illahi, yang ditaruh pada kita dalam bendanya.Tanpa diberi jiwa tak berartilah benda itu. Di sinilah ada pemisah yang kekal dan yang fana.

    Ada puisi yang lain?

    BalasHapus