README FIRST

Jangan heran apabila dalam blog ini ada ide di sebuah posting yang bertentangan dengan posting yang lain. Semua posting ini ditulis oleh orang yang sama yaitu saya. Tetapi posting yang ditulis tahun 2013 ke depan ditulis oleh saya yang sudah tercerahkan oleh berbagai pengalaman hidup. Dari diliput oleh koran luar negeri, kehilangan teman yang tewas tertembak dalam kerusuhan Ambon 2011, sampai melancong ke belahan lain dunia ini, semuanya itu membentuk sebuah pemikiran yang berbeda dari sebelumnya.

13 Maret 2009

G 30 S - Latar Belakang

Untuk meninjau peristiwa G 30 S ini, kita harus menengok terlebih dahulu pada latar belakangnya.
  • Perang Dingin
    Setelah Perang Dunia II, AS dan Uni Soviet muncul menjadi dua kekuatan besar dunia. Terjadi perang tidak langsung antara kedua negara adikuasa tersebut, salah satunya perang ideologi. AS memerangi paham komunisme yang gencar disebarkan oleh Soviet. G30S (1965) terjadi pada masa Perang Dingin ini, khusunya pada saat terjadi Perang Vietnam (1959-75). Perang Dingin baru berakhir setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.

  • Ganyang Malaysia "Retaknya hubungan Soekarno-AD"
    Soekarno tidak terima terhadap terbentuknya Negara Federasi Malaysia pada September 1963, karena ia menganggap negara tersebut tidak benar-benar merdeka dan merupakan produk neokolonial. Lebih jauhnya, Sang Presiden memerintahkan untuk mengganyang (menyerang) Malaysia dengan kekuatan militer. Namun banyak pimpinan AD yang sebenarnya tidak setuju dan kurang yakin dengan keputusan ini. Mereka malah diam-diam mengadakan hubungan rahasia dengan pihak Malaysia. Soekarno mengetahui hal ini dan kecewa terhadap AD.

  • Perekonomian "Retaknya hubungan rakyat-Soekarno"
    Perekonomian Indonesia saat itu yang sedang buruk (inflasi 650%) mengakibatkan menurunnya dukungan rakyat kepada Soekarno. Apalagi Soekarno mengeluarkan perintah Ganyang Malaysia yang pastinya akan semakin membawa Indonesia ke dalam krisis ekonomi.

  • Angkatan Kelima "Retaknya hubungan AD-PKI"
    Pada januari 1965, ketika Indonesia keluar dari keanggotaan PBB, ide tentang pembentukan Angkatan Kelima muncul; yaitu mempersenjatai kaum buruh dan tani. Pihak militer terutama AD tidak setuju akan hal ini dan menduga bahwa ide ini adalah usul dari PKI.(TNI-AD, TNI-AL, TNI-AU, dan Kepolisian adalah empat angkatan bersenjata yang dimiliki Indonesia.)
  • Pelatihan di Lubang Buaya "Keterlibatan AU?"
    Dari keempat angkatan yang ada, hanya AU dari yang mendukung dibentuknya Angkatan Kelima. Pada bulan Juli 1965, AU yang dipimpin oleh Omar Dhani mulai melatih para sukarelawan di Halim, di daerah Lubang Buaya.

  • Isu sakit Soekarno
    Pada bulan Agustus 1965, Soekarno,-yang sebelumnya dikabarkan menderita sakit ginjal,- muntah-muntah dan jatuh pingsan. Ia segera sembuh, namun segera pula beredar isu bahwa Presiden umurnya tak akan lama lagi (pada saat itu ia berumur 64 tahun). Padahal kabar lain mengatakan bahwa Soekarno hanya masuk angin. Sampai saat itu, Nasution disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Soekarno. PKI tentu tidak suka karena Nasution adalah jenderal AD yang anti-PKI.

  • Isu Dewan Jenderal
    Pada bulan September 1965, tersebar isu adanya Dewan Jenderal. Isu ini mengatakan bahwa ada beberapa Jenderal AD yang hendak menggulingkan/mengkudeta Soekarno. Isu ini diperkuat dengan bocornya Dokumen Gilchrist sebelumnya (Mei 1965) yang mengesankan bahwa perwira-perwira AD bekerja sama dengan pihak AS untuk menggulingkan Soekarno.

13 komentar:

  1. Pak, benarkah AU terlibat? atau lebih tepatnya benarkah Omar Dani terlibat langsung? sy pernah membaca buku ttg kesaksian Omar Dani, beliau memang menyatakan bahwa dia ikut bertanggung jawab dlam GESTAPU, tetapi pelatihan yang terdapat di kebun karet merupakan hasil inisiatif Mayor Sujono. Sujono pun mengakui di persidangan mei 1966 bahwa Omar Dani tak pernah mmberi pertintah pelatihan sukarelawan. Satu hal lagi benarkah Halim adalah markas PKI? Ataukah Halim 'dirancang' sedemikian rupa oleh si pelaku untuk menimbulkan kesan demikian dengan menempatkan AU, Presiden Soekarno, dan D.N Aidit di Halim bersamaan?

    -senoritalivia-

    BalasHapus
  2. oyah... 1 hal lagi.... bukankah Dokumen Gilchrist telahterbukti palsu?

    -senoritalivia-

    BalasHapus
  3. (Jangan panggil "Pak", donk! ^-^)
    Terlibatnya AU atau Omar Dani dalam G 30 S memang masih misteri sampe saat ini. Makanya di judul kecil saya tulis dengan tanda tanya. Buku yang Livia baca yang nulis siapa? Soalnya buku2 yg ada tentang G30S masih simpang siur. Lalu hasil persidangan tahun '66 juga tidak dapat menjadi pegangan karena penuh dengan ancaman nyawa.

    Yang jelas: 1)Halim dekat dengan TKP G30S. 2) Soekarno lari ke sana berdasarkan SOP (Standard Operating Procedure) karena Halim merupakan lapangan udara. 3) Hanya AU dari angkatan bersenjata RI yang mendukung pembentukkan Angkatan Kelima.

    Dari fakta-fakta diatas, kesimpulannya bisa bermacam-macam.

    BalasHapus
  4. Untuk Dokumen Gilchrist memang kemungkinan besar palsu, karena dokumen sepenting itu tidak mungkin dengan teledornya di taruh begitu saja, kecuali kalau pembuatnya memang sengaja agar dokumen ini ditemukan oleh orang lain.

    Terlepas dari asli palsunya dokumen ini, perlu diingat bahwa suhu politik Indonesia saat itu sedang panas. Dalam kekalutan itu, orang tidak berpikir panjang lagi untuk mempercayai suatu rumor apalagi yang masuk akal seperti dokumen ini.

    BalasHapus
  5. pa,,!!

    ini versi yg paling akurat kah??
    soalnyah kan bnyk versi ttg G30S/PKI ituh..

    hohoho...

    BalasHapus
  6. ouy iyah lupa,,nama sayah yemima panggil yeye aja gpp,,huehue..

    BalasHapus
  7. Yeye, yang saya tulis di sini adalah fakta2 yg ada. Pada saat itu memang sedang perang dingin, ekonomi Indonesia memang sedang buruk, memang sedang ada konfrontasi dengan Malaysia dll. Latar belakang2 inilah yg diartikan berbeda-beda oleh banyak orang sehingga menimbulkan versi-versi G 30 S yg berbeda.

    Coba kamu liat paper saya yg saya kirim lewat e-mail. Karena paper saya itu 'menuduh' Soeharto sebagai dalang maka yg saya tekankan adalah fakta2 yg mendukung hal tersebut.

    Lebih jelasnya, pada bagian berikut saya akan mem-posting berbagai versi dalang G 30 S, ikuti terus y!

    Satu hal lagi, jangan panggil "pa(k)" donk....
    !-!

    BalasHapus
  8. kak dwi.. masih aktif gak nih..
    barusan aku baca artikelnya yang disini, oh ya ada yang mo aku tanyain?
    kok, dibilang di artikelnya kalo cina kasih tentara padahal dari yang buku aku baca sih kata menteri luar negerinya saat itu..., tapi aku lupa namanya..(he..3x)dia bilang cina kasihnya senjata ringan sebanyak 80-100gitu, deh.., yang bener yg mana sih?
    yang dimaksud gerakan kiri../ apalah yg kiri2.. itu apa sih? yang di PKI ..,ada juga yang kanan...Itu gerakan apasih...?

    BalasHapus
  9. oh, ya lupa satu hal lagi.. soeharto waktu jamannya pak karno pernah menyelundupkan (besi tua,...) dari cina..trus...diturunin pangkatnya...dan disekolahin di jakarta...,pangkatnya turun di bawahnya untung..(kata buku)...Menurut kak dwi waktu itu gimana sih susunannya di angkatan darat...
    Bingung bacanya..di buku.. banyak letnan, jenderal, kolonel,..trus yang di atasnya soeharto/dibawahnya soeharto itu siapa aja sih?..
    Soalnya sekarang semenjak pak harto turun kan banyak saksi2 yg bercerita..dan boleh dibilang lebih mengarah ke pak harto yang salah...
    aku juga beranggapan begitu..
    Jadi aku pengen tau lebih jelasnya soal yang di atas dan di bwhnya..,biar jelas..
    dan dari yang aku baca menurutku pak harto itu orangnya pendendam..,apakah karena penyelundupan itu sehingga ia dendam dan berusaha agar ia dapat kedudukan di matanya presiden..., menurut kak,dwi gimana..?
    Thanks..
    GBU

    BalasHapus
  10. Lili baca "artikelnya" yang mana? Kalau yang Lili maksud artikel di blog saya ini, sama sekali TIDAK disebutkan bahwa Cina memberi tentaranya. Sebaliknya, memang betul bahwa negara itu memberi senjata-senjata ringan untuk mendukung pembentukan Angkatan Kelima.

    Semua ini masih berada dalam ruang lingkup Perang Dingin. Jadi, sebutan 'kiri' dimaksudkan komunisme, sedangkan 'kanan' dimaksudkan untuk barat (AS dkk).

    BalasHapus
  11. Ya, itu benar. Pak Harto pernah terlibat penyelundupan. Ketika ketahuan, Nasution berniat untuk mengeluarkannya dari kesatuan. Namun Jenderal Gatot Subroto memberinya ampun dan kesempatan untuk bersekolah lagi. Jadi mungkin saja Soeharto menaruh dendam kepada Nasution cs.

    Untuk posisi Soeharto, yg jelas pada saat G30S, ia menjabat sebagai Pangkostrad. Artinya ia berada di urutan kedua dalam command order setelah Achmad Yani. Maka dari itu setelah Yani dibereskan, Soeharto yang mengambil alih komando. Sedangkan Nasution tidak memiliki kuasa untuk urusan operasional lapangan.

    Untuk urutan pangkat dalam AD, kamu bisa cek ini: http://id.wikipedia.org/wiki/Tanda_Kepangkatan_TNI_Angkatan_Darat

    BalasHapus
  12. kak dwi.. saya punya satu lagi yang kira2 jadi dalangnya gestapu tapi bukan dalang pokok, hanya membayangi.. karena saya masih tetap bahwa dalangnya si pak harto...
    tadi ku kutak-katik disini...yang terus ke topik sampai CIA, tapi kayaknya ada yang samar,..Oh, ya menurut kak, dwi.. Si CIA itu kayak gimana sih sifatnya...untuk indonesia saat itu dan kayaknya masih sangat berdampak sekali untuk indonesia sampai saat ini...??

    BalasHapus
  13. Yg jelas CIA (Amerika Serikat) itu sukanya ikut campur negara orang demi kepentingan negaranya. Waktu itu Perang Dingin, AS ingin sekali untuk memberantas komunisme dan pemimpin2 negara yg anti-barat seperti Soekarno. Khusus di Indonesia, intervensi yg dilakukan CIA memiliki tujuan yg jelas. Pada saat itu sedang terjadi Perang Vietnam. Vietnam Utara telah dikuasai komunis, sedangkan Vietnam Selatan ada di pihak barat. AS tidak mau kalau posisinya secara geografis terkepung oleh Indonesia dari selatan jika negara kita ini menjadi komunis atau sekedar pro-komunis.

    Dampaknya jelas sekali, memasuki Orde Baru Indonesia menjadi negara yg kapitalis. Modal-modal asing terutama barat dan Jepang masuk secara besar-besaran. IMF memberikan pinjaman dana. Dan hal2 lain yg diinginkan AS untuk 'menjajah' negara-negara dunia ketiga seperti Indonesia dengan cara yg Soekarno bilang sebagai neokolonialisme. Coba kamu lihat blog saya yang berjudul Bagi Bangsa Ini. Kamu akan bisa melihat lebih jelas yang saya maksudkan di sini.

    BalasHapus