README FIRST

Jangan heran apabila dalam blog ini ada ide di sebuah posting yang bertentangan dengan posting yang lain. Semua posting ini ditulis oleh orang yang sama yaitu saya. Tetapi posting yang ditulis tahun 2013 ke depan ditulis oleh saya yang sudah tercerahkan oleh berbagai pengalaman hidup. Dari diliput oleh koran luar negeri, kehilangan teman yang tewas tertembak dalam kerusuhan Ambon 2011, sampai melancong ke belahan lain dunia ini, semuanya itu membentuk sebuah pemikiran yang berbeda dari sebelumnya.

23 Maret 2009

G 30 S - Kronologi

1965

30 September malam
- 1 Oktober subuh
Beberapa kesatuan tentara yang dipimpin oleh Letkol Untung menyebar ke berbagai tempat strategis di Jakarta dari markas mereka lalu menuju ke rumah tujuh jenderal AD. Tujuan mereka menangkap jenderal-jenderal tersebut. Jika ada yang melawan berarti mati di tempat, Sedangkan yang diculik hidup-hidup akhirnya dieksekusi juga di Lubang Buaya. Korban-korban G 30 S adalah:
- Letjen Achmad Yani
- Mayjen Suprapto
- Mayjen S. Parman
- Mayjen Harjono M.T
- Brigjen D.I. Panjaitan
- Brigjen Sutojo Siswomihardjo
- Lettu Piere Tendean
Sedangkan Jenderal A.H Nasution berhasil lolos.

1 Oktober (07.00)
Letkol Untung menyampaikan melalui RRI bahwa ada G30S yang baru saja terjadi yang dimaksudkan untuk menyelamatkan Presiden dari kemungkinan kudeta.
(09.00)
Presiden Soekarno dibawa ke Pangkalan Halim.Soeharto menguasai berbagai tempat strategis di Jakarta.

2 Oktober
(13.00)

RPKAD menyerang Pangkalan Halim atas perintah Soeharto.
Soeharto menghadap Soekarno di Istana Bogor.

(17.00)
Presiden memberikan surat tugas kepada Soeharto untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.

4 Oktober
Jenazah para korban G30S ditemukan di dalam sebuah sumur tua di Lubang Buaya.

5 Oktober
Upacara HUT ABRI dirayakan dengan suasana duka pemakaman militer para korban G30S.

16 Oktober
Soeharto dilantik menjadi Menpangad.

(Setelah G30S, pada tahun 1965-1966 terjadi pembantaian orang-orang yang dianggap komunis)

1966

11 Maret
Soekarno menyerahkan SUPERSEMAR kepada Soeharto.

12 Maret
Soeharto mengumumkan pelarangan dan pembubaran PKI.

17 Maret 2009

Puisi De Santos (1)


Aku Jatuh

Aku terjebak dalam gelap
Hidup Aku tak bersayap
Mati pun Aku tak berharap
Malam buat Aku kaku
Hingga beku mati Aku

Originally by De Santos, Sept 2008

Puisi ini adalah yang disebut dengan puisi konkret. Bila Anda perhatikan puisi berjudul "Aku Jatuh" ini kata "Aku" di sana terlihat jatuh dari kiri atas ke kanan bawah. Pada saat mendapatkan ide menciptakan puisi ini, saya mencari-cari kata yang pas agar kata "Aku" bisa benar-benar terlihat jatuh. Jadi, puisi ini sebenarnya TIDAK mewakili perasaan saya pada saat itu, benar- benar hanya karangan.

13 Maret 2009

G 30 S - Latar Belakang

Untuk meninjau peristiwa G 30 S ini, kita harus menengok terlebih dahulu pada latar belakangnya.
  • Perang Dingin
    Setelah Perang Dunia II, AS dan Uni Soviet muncul menjadi dua kekuatan besar dunia. Terjadi perang tidak langsung antara kedua negara adikuasa tersebut, salah satunya perang ideologi. AS memerangi paham komunisme yang gencar disebarkan oleh Soviet. G30S (1965) terjadi pada masa Perang Dingin ini, khusunya pada saat terjadi Perang Vietnam (1959-75). Perang Dingin baru berakhir setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.

  • Ganyang Malaysia "Retaknya hubungan Soekarno-AD"
    Soekarno tidak terima terhadap terbentuknya Negara Federasi Malaysia pada September 1963, karena ia menganggap negara tersebut tidak benar-benar merdeka dan merupakan produk neokolonial. Lebih jauhnya, Sang Presiden memerintahkan untuk mengganyang (menyerang) Malaysia dengan kekuatan militer. Namun banyak pimpinan AD yang sebenarnya tidak setuju dan kurang yakin dengan keputusan ini. Mereka malah diam-diam mengadakan hubungan rahasia dengan pihak Malaysia. Soekarno mengetahui hal ini dan kecewa terhadap AD.

  • Perekonomian "Retaknya hubungan rakyat-Soekarno"
    Perekonomian Indonesia saat itu yang sedang buruk (inflasi 650%) mengakibatkan menurunnya dukungan rakyat kepada Soekarno. Apalagi Soekarno mengeluarkan perintah Ganyang Malaysia yang pastinya akan semakin membawa Indonesia ke dalam krisis ekonomi.

  • Angkatan Kelima "Retaknya hubungan AD-PKI"
    Pada januari 1965, ketika Indonesia keluar dari keanggotaan PBB, ide tentang pembentukan Angkatan Kelima muncul; yaitu mempersenjatai kaum buruh dan tani. Pihak militer terutama AD tidak setuju akan hal ini dan menduga bahwa ide ini adalah usul dari PKI.(TNI-AD, TNI-AL, TNI-AU, dan Kepolisian adalah empat angkatan bersenjata yang dimiliki Indonesia.)
  • Pelatihan di Lubang Buaya "Keterlibatan AU?"
    Dari keempat angkatan yang ada, hanya AU dari yang mendukung dibentuknya Angkatan Kelima. Pada bulan Juli 1965, AU yang dipimpin oleh Omar Dhani mulai melatih para sukarelawan di Halim, di daerah Lubang Buaya.

  • Isu sakit Soekarno
    Pada bulan Agustus 1965, Soekarno,-yang sebelumnya dikabarkan menderita sakit ginjal,- muntah-muntah dan jatuh pingsan. Ia segera sembuh, namun segera pula beredar isu bahwa Presiden umurnya tak akan lama lagi (pada saat itu ia berumur 64 tahun). Padahal kabar lain mengatakan bahwa Soekarno hanya masuk angin. Sampai saat itu, Nasution disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Soekarno. PKI tentu tidak suka karena Nasution adalah jenderal AD yang anti-PKI.

  • Isu Dewan Jenderal
    Pada bulan September 1965, tersebar isu adanya Dewan Jenderal. Isu ini mengatakan bahwa ada beberapa Jenderal AD yang hendak menggulingkan/mengkudeta Soekarno. Isu ini diperkuat dengan bocornya Dokumen Gilchrist sebelumnya (Mei 1965) yang mengesankan bahwa perwira-perwira AD bekerja sama dengan pihak AS untuk menggulingkan Soekarno.

12 Maret 2009

Gondrong Students (part 7)

Akhir kata dari rangkaian posting Gondrong Students adalah pesan-pesan di bawah ini yang saya tujukan untuk para pihak sekolah:

1. Fungsi Pendidik
  • Daripada mikirin bulu-bulu yang ada di atas kepala murid, lebih baik mikirin gimana caranya supaya pendidikan di Indonesia bisa maju (cth: pendidikan murah dll).
  • Ingat kalian pendidik, bukan tukang cukur!
  • Didiklah siswa kalian menjadi benar-benar disiplin (dalam waktu misalnya) bukannya menentukan berapa panjang bulu di atas kepala mereka.

2. Penghapus Kekeliruan
  • Sudah saatnya untuk menghentikan segala bentuk diskriminasi di sekolah, khususnya soal rambut. Ingat bahwa karakter rambut dan bentuk kepala orang diciptakan oleh Yang Kuasa dengan berbeda-beda. Hargai mereka yang berambut pendek maupun gondrong. Kebanyakan dari mereka yang berambut gondrong menghargai mereka yang berambut pendek. So, mengapa orang yang berambut pendek tidak menghargai mereka yang berambut gondrong?
  • Sekolah adalah tempat menggali ilmu pengetahuan. Dan objektivitas adalah salah satu karakteristik dari ilmu pengetahuan. Jadi tinjaulah kasus rambut gondrong ini secara objektif dan rasional.

  • Hilangkan segala strereotype atau labeling pada rambut gondrong dengan cara memperbolehkannya dan membuktikannya sendiri.

3. Praktek Kekerasan
  • Untuk para guru, lupakan tentang pedagogy-mu dan jangan panggil dirimu teladan kalau masih aja melakukan kekerasan fisik dengan memangkas rambut siswa secara paksa.

4. Hasil Tawar-menawar


  • Terakhir, adalah jalan tengah dan tawaran terakhir, yaitu sekolah hanya boleh menyarankan agar siswanya berambut pendek namun tidak dapat memaksakannya.




***

G 30 S - Pembukaan

(Posting ini didedikasikan untuk teman-teman TC 3rd cohort yang mengambil mata kuliah Sejarah Indonesia, namun terbuka pula untuk umum)

Perjalanan sejarah Indonesia merdeka dinodai oleh sebuah kejadian kelam pada tahun 1965 yang terkenal dengan sebutan G30S (Gerakan 30 September) atau GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh). Karena insiden ini terjadi antara tanggal 30 September malam hingga 01 Oktober dini hari, ada pula yang menyebutnya GESTOK (Gerakan Satu Oktober). Peristiwa yang dimaksudkan yaitu terbunuhnya jenderal-jenderal AD di tempat kediaman masing-masing dan di Lubang Buaya. Pembunuhan yang dilakukan terhadap mereka sarat dengan intrik politik yang masih menjadi kontroversi sampai saat ini. Oleh karena itu, topik tentang peristiwa G30S amat menarik untuk dibahas dan diperdebatkan.
Link (dari Wikipedia)