
Tidakkah Anda menyadari bahwa di zaman sekarang ini jumlah orang bermata minus terus bertambah banyak? Betapa tidak, hadirnya media-media elektronik dengan segala radiasinya dan juga hidup di ruang yang jarak pandangnya dekat menjadi alasan mengapa hal itu terjadi.
Saya adalah salah satu korban radiasi TV. Sejak kelas 3 SD, saya sudah menderita cacat mata rabun jauh, namun saya baru mengaku pada orang tua dan mulai memakai kacamata di kelas 6 SD. Menggunakan kacamata mengganggu penggunanya dalam beberapa hal:
1. Bagian kulit di bawah mata menjadi kehitaman karena kurang terkena sinar matahari.
2. Membatasi ruang gerak (dalam berolahraga dsb).
3. Membuat kurang percaya diri akan penampilan (bagi sebagian orang).
Karena pertimbangan-pertimbangan tersebut (khususnya no.2), akhirnya pada saat yang berbahagia dan dengan selamat sentausa menghantarkan saya pada pintu gerbang lensa kontak! Saya menggunakannya semenjak saya berada di kelas 3 SMA. Akan tetapi, softlens pun memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah resiko iritasi pada mata yang cukup tinggi. Oleh karena itu, banyak orang bermata minus seperti saya mendambakan sebuah penyembuhan agar kembali memiliki mata yang normal. Saya memiliki solusinya. Apakah itu? Temukan jawabannya di posting saya berikutnya yang berjudul "Terapi Mata Minus".


